AbouT_FoOd

Ciri-ciri Rusaknya Ikan Kaleng

Memakan produk yang telah menurun mutunya tidak saja merupakan tindakan pemborosan dan sia-sia dari segi gizi, tetapi yang lebih fatal lagi adalah berbahaya bagi kesehatan.

Kebusukan ikan kaleng dapat disebabkan oleh proses pembuatan tidak benar, kebocoran wadah karena penutupan kurang baik, atau karena bahan baku dibiarkan terlalu lama  kontak dengan udara pada waktu persiapan. Kebusukan tidak selalu dapat dideteksi dari penampakan  wadah, sebab tak pasti terjadi perubahan bentuk .

Secara sederhana, penilaian terhadap produk dapat dilakukan dengan mengamati bentuk kaleng dan keterangan yang termuat pada labelnya. Ciri-ciri umum bentuk yang bisa digunakan sebagai indikator mutu ikan kalengan adalah:

1. Flat Sour

Bila produk memberikan cita rasa asam karena adanya aktivitas mikroba tanpa memproduksi gas, kebusukan tersebut disebut sour (kaleng tetap datar tidak menggembung, tetapi produk menjadi asam). Jenis kebusukan ini disebabkan oleh aktivitas spora bakteri tahan panas yang tidak hancur selama proses sterilisasi. Hal ini terjadi akibat sanitasi selama pengolahan buruk, atau prosesnya tidak tepat.

2. Penggembungan Kaleng (Swells)

Kaleng yang gembung dapat terjadi akibat terbentuknya gas di dalam wadah  karena ada pertumbuhan dan aktivitas  mikroba seperti Clostridium botulinum, C. sporogenes, C. thermosaccharolyticum, dan C. pasteurianum. Adanya gas etrsebut meningkatkan tekanan di dalam kaleng, sehingga menjadi gembung pada bagian tutup  dan dasarnya. Kaleng yang gembung  dapat juga disebabkan  oleh penuhnya pengisian medium, sehingga tidak cukup adanya  ruang vakum (head space).

3. Stack Burn

Terjadi akibat pendinginan yang tidak sempurna, yaitu kaleng sudah disimpan padahal masih hangat. Biasanya produk di dalam kaleng menjadi lunak, berwarna gelap, dan tidak dapat dikonsumsi lagi.

4. Kaleng Penyok

Kaleng penyok dapat mengakibatkan lubang-lubang kecil sumber masuknya mikroba pembusuk. Penyoknya kaleng bisa disebabkan oleh benturan mekanis akibat perlakuan kasar selama proses pembuatan, penyimpanan, pengangkutan, atau pemasaran. Jangan memilih produk yang kalengnya tidak normal.

5. Kaleng Bocor

Bocornya kaleng disebabkan oleh sambungan yang kurang rapat, penyolderan kurang sempurna atau tertusuk oleh benda tajam. Kaleng yang bocor ditandai dengan tumbuhnya mikroba dan timbulnya bau kurang sedap. Kaleng oval, umumnya lebih jarang mengalami kebocoran dibanding dengan yang berbentuk silinder.

6. Kaleng Berkarat

Kaleng yang berkarat dapat mencerminkan bahwa produk tersebut telah lama diproduksi atau disimpan pada tempat yang kurang tepat (keadaan lembab).@
Www.kompas.com/kompas-cetak/0305/01/finansial/288585.htm

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: